RSS

Senin, 13 Agustus 2012

Bahasa Inggris Untuk Anak

Ih udah lama ngga ngeblog, cerita cerita dulu ahh..
Biasanya kalau belanja bulanan, gue suka belanja di Cibubur Junction di lantai bawahnya tuhh,, Nah bulan ini gue ganti haluan pengen nyoba belanja di G*ant Cimanggis.
Ada pemandangan yang rada beda buat gue, maklumlah gue agak ndeso.
Ada seorang anak perempuan berumur sekitar 7 tahun merengek minta minuman dingin ke nyokapnya. Lalu gue liat nyokapnya ngambilin minuman dingin di kulkas dengan bilang, "this one?"
Lalu disambut anaknya bilang "yes".

Biasanya gue ngeliat orang bicara bahasa inggris kalau dia bule atau anak-anak di mall yang cukup wow gitu, mungkin memang sudah banyak yang menerapkan bahasa inggris ke putra putrinya sebagai bahasa sehari-hari.
Pemandangan itu mengingatkan gue sama putri kecil gue Michelle (22w). Dia belum ngerti bahasa inggris sama sekali, paling juga "wantutri" tok.
Ya gue pikir sih beda-beda ya treatment setiap orang tua ke anak-anaknya. Ada juga temen gue yang udah menerapkan bahasa inggris ke anaknya yang sebaya dengan Michelle, ada juga yang ngga.
Gue sih ngga khawatir Michelle belum bisa bahasa inggris, karena gue ngga mau maksain dia juga. Perbendaharaan kata Michelle gue anggap cukup banyak dan lafalnya juga memuaskan bagi gue untuk anak seumurnya. Huruf yang masih terhambat adalah huruf "k" menjadi "t" seperti "bebek" dia bilangnya "bebet". Lalu huruf "l" dia ganti "y" seperti kata "tolong" menjadi "toyon" dan huruf "ng" dia replace dengan "n" seperti kata "gendong" dia ganti menjadi "edon".
Nantinya memang akan diajarkan juga kalau memang dia gue lihat udah siap dan ngga menjadi sesuatu yang wajib dipelajari di umur-umurnya yang belum genap dua tahun. Gue kepengennya, proses dia belajar bahasa inggris sebagai sesuatu yang fun bukan menjadi beban yang gue paksakan supaya dia pinter bahasa inggris seperti dia bisa menguasai beberapa lagu dan hitungan.

@B*kmi GM di Alternatif Cibubur
Kelar dari G*ant, pasukan gue mampir dulu ke B*kmi GM. Makanan belum dateng nih, jadi foto-foto dengan keluarga tercinta dulu. Pesen es teler, eh dapet gratisan belatung di alpukatnya. Yah jadilah gue minta ganti es jeruk kelapa aja deh dengan harapan kaga ada belatungnya lagi. Tetep aja gue nafsu makan mienya, abis udah laper banget sejak berangkat dari rumah. Maklum ibu menyusui gampang laper. Pikiran gue, gue juga pernah buka alpukat ada belatungnya, mungkin yang bikin es teler buat gue, ngga liat kali ya. Kalau kemakan, itung-itung gue dapet ekstra protein dari belatung,, yaikss..!
Haduhhhh,, mudah-mudahan besok-besok dia lebih bersih dan hati-hati.




Share

0 komentar:

Poskan Komentar